Solo International Performing Art (SIPA) 2012 yang bakal dihelat 28-30 September di Pamedan Mangkunegaran dipastikan akan memiliki greget dibanding penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya karena akan tampil 7 delegasi dari enam Negara seperti Batus Capoera (Brazil), Eisa Dance – Hongakubu Club (Jepang), teater Gui-Zhi (Taiwan), Helliosphere (Inggris), Lutgando Luza Labad (Filipina) dan Kraayenhof Tango Ensemble (Belanda).
Budaya
Pesta warga Solo bakalan makin komplet seiring gelaran salah satu agenda internasional "Solo International Performing Art" (SIPA) 2012 di Pamedan, Pura Mangkunegaran, 28--30 September 2012. Hal itu tergambar dari disediakannya 4.500 kursi bagi warga Solo ataupun penikmat seni budaya selama penyelenggaraan. “Even SIPA ini nantinya dapat dinikmati semua lapisan masyarakat, apalagi SIPA merupakan ikon Kota Solo sebagai Kota Seni Budaya dan Pariwisata,” jelas Widdi Srihanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo.
Enam kostum karya komunitas Red Batik Solo tahun 2013 mendatang bakal digunakan kelompok teater musik dan tari asal Prancis saat melakukan tur Eropa. Ya, Musiques De L’ebene kelompok tersebut yang awalnya awalnya tertarik, akhirnya memesan karya bikinan wong Solo tersebut. “Butuh waktu satu bulan untuk merancang kostum pesanan berbentuk binatang tersebut,” terang Heru Prasetya, Ketua Komunitas Red Batik Solo.
Drama tari kolosal kisah perjalanan cinta dan perjuangan Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa dalam tajuk Matah Ati mampu menghipnotis penikmat seni budaya Solo. Bahkan tiga hari 8-10 September pentas di Solo, karya garapan Atilah Soeyadjaya serta Jay Subyakto mampu menyedot ribuan penonton di Pamedan Pura Mangkunegaran.
Upaya membangun ruang terbuka hijau terutama di kawasan Koridor Bhayangkara dipastikan bakal semakin menarik. Pasalnya di lokasi strategis sekitar Sriwedari eks RSJ Mangkujayan bakal berdiri Museum Keris Solo. Saat ini proses Detail Engineriing Design (DED) ruang hijau itu telah digarap dengan alokasi dana APBD Perubahan sebesar Rp 150 juta.
Tak mau menyia-yiakan kesempatan, baik Pemkot maupun DPRD Kota Solo berharap Solo Batik Carnival (SBC) dapat menjadi wakil Indonesia di Festival Bunga Tahunan Pasadena, California AS pada 1 Januari 2013 mendatang. Bukan hanya itu, diharapkan ikon Kota Solo itu juga mampu menyabet penghargaan seperti tahun 2011 lalu.
”Sangat mungkin selain dana pihak ketiga, dimungkinkan ada alokasi dana APBD untuk pemberangkatan SBC,” terang YF Sukasno, Ketua DPRD Kota Solo. Menurutnya, meski membutuhkan dana yang tak sedikit yakni 200.000 dollar AS untuk kendaraan hias dan 100.000 bagi asesoris tambahan hal itu masih dapat dikatakan wajar.
Kota Solo terus mendapatkan kehormatan besar, menyusul sejumlah gelaran budaya bertaraf nasional dan internasional yang berlangsung tahun ini. Salah satu ikon kota ini yakni Solo Batik Carnival (SBC) ternyata mendapatkan apresiasi untuk tampil di Festival Bunga Pasadena di California, AS saat Tahun Baru 2013.
“Konsepnya nanti Wayang Golek yang peran menonjolnya pada sosok Arjuna, Gatutkaca dan Kresna,” terang Vinsencius Jemadu, Deputi Direktur Promosi Luar Negeri Bidang Amerika dan Pasifik terkait promo dengan warna-warni batik tersebut. Pilihan SBC tak lain karena saat ini batik mulai tumbuh dan menjadi tren di AS. Melalui ajang itulah, diharapkan promosi batik Indonesia lebih mendunia. Ia optimis kreasi SBC nanti akan mendapatkan sambutan, mengingat ini merupakan keikutsertaan kali kedua setelah tahun 2012 lalu Indonesia berpartisipasi kembali usai absen 16 tahun.
Museum tertua di Indonesia, Radya Pustaka Solo bakal segera diperbaiki. Diharapkan mulai tahun 2012 proses renovasi dengan alokasi bujet Rp 6 miliar tersebut akan segera terealisasi. Mengingat dana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini tinggal menunggu pencairan. “Direncanakan awal Juli dana sudah dapat cair,” terang Budi Suharto, Sekda Kota Solo.
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 5



