A+ R A-

Konsultasi Branding

Branding, tak sekedar ganti baju

E-mail Cetak PDF

konsultasi brandingDari beberapa artikel yang telah saya tulis sebelumnya mudah-mudahan dapat sedikit membuka wacana bahwa branding bukan hanya persoalan mengolah estetika dikulit luar saja, tapi lebih pada proses kedalaman berpikir dalam merancang sebuah strategi sampai dengan implementasinya.

 

Pemahaman mayoritas masyarakat mengenai branding adalah membuat nama merek, lalu menciptakan logo dan bikin iklan di berbagai media. Ini adalah pemahaman yang salah kaprah. Branding tidak hanya sekedar membuat atau mengganti logo saja, tetapi harus diimbangi dengan perubahan yang setara dengan perubahan logo berdasarkan nilai-nilai dalam perusahaan.

Singular Brand Expression

E-mail Cetak PDF

konsultasi brandingApa yang ada dibayangan kita ketika mendengar nama Chrisye (almarhum)? Apakah karakter suaranya? Apakah lagu-lagunya? Ataukah gaya panggungnya? Jika dilihat dari kajian branding, almarhum Chrisye memiliki brand value yang kuat pada karakter suaranya yang khas, yang sangat sulit ditiru oleh penyanyi lainnya, meskipun Wawan Bakwan personel grup musik parodi Timlo berusaha menirukan karakter suara khasnya. Tetap saja karakter suara Chrisye memiliki kekhasan tersendiri. Tetapi satu hal yang menjadi kekhasan dari Chrisye adalah gaya panggungnya yang hanya berdiri dan bernyanyi dengan sedikit bergoyang, terkesan santai, diam dan tidak banyak bergerak kesana kemari. Bahkan untuk menoleh kekiri atau kekananpun harus melibatkan seluruh bagian tubuhnya. Dan itu dilakukan dari mulai dia meniti karir sebagai seorang penyanyi sampai dengan akhir hayatnya. Inilah yang disebut singular brand expression atau ekspresi tunggal sebuah merek. Dari dulu kita tidak pernah melihat Chrisye bernyanyi dengan berbeda-beda ekspresi, hanya satu ekspresi dimanapun dia bernyanyi.

Konsultasi Branding

Jika kita memperhatikan gambar diatas pasti ada yang bergumam ‘ wuiiihhh Pak Jokowi nampang di railbus Batara Kresna’, ada juga yang lain berkata dalam hati ‘wah Solo keren ya punya railbus’. Tapi ada sebagian orang yang lain justru memelototi logo yang nempel di body railbus dan berkata ‘lho kok ikon logo Solo diganti merah, harusnya kan hijau, wah nggak konsisten nih’. He, cuplikan diatas hanya sebagai prolog dari artikel yang saya tulis kali ini yaitu tentang brand identity.

bumerangSaya mempunyai seorang teman bernama Julius Siahaan, kakaknya bernama Jericho Siahaan, adik perempuannya bernama Julia Siahaan. Anda pasti dapat menebak mereka berasal dari mana. Yup, Anda betul sekali, mereka orang Batak, tepatnya dari Medan. Tetapi saya juga memiliki teman yang lain bernama Wibowo Rahardjo, kebetulan dia memiliki dua orang kakak laki-laki bernama Riyanto Rahardjo dan Rukmana Rahardjo. Anda tebak? Sekali lagi Anda betul, mereka dari keluarga Jawa tulen, tepatnya dari daerah mBekonang Sukoharjo. Lalu apa hubunganya nama-nama diatas dengan dunia branding apalagi jika dikaitkan dengan brand arsitektur?  Istilah yang  terkesan sangat asing ditelinga kita.

branding

Membahas tentang brand positioning tentunya tidak akan terlepas dari sang penemu konsep positioning yaitu Al Ries dan Jack Trout. Mengutip dari buku Positioning – Diferensiasi – Brand milik MarkPlus&Co, Ries-Trout mengatakan ”…positioning is not what you do to a product. Positioning is what you do to the mind of the prospect. That is, you position the product in the mind of the prospect.” Kurang lebih artinya, positioning adalah menempatkan produk dan merek kita menancap dibenak pelanggan. Dengan definisi tersebut Ries-Trout berargumentasi bahwa setiap produk, merek dan perusahaan yang sukses selalu memiliki posisi yang kokoh dan unik dibenak pelanggannya.

Sejenak apabila kita perhatikan, mungkin sebagian besar pelaku bisnis ataupun pemilik merek di Indonesia belum sepenuhnya atau malah justru tidak menganggap penting konsep brand positioning. Bagi mereka yang penting bisnis jalan dulu, nanti bisa dilihat sambil berjalan. Dalam konteks branding, sebaiknya strategi positioning merek ditentukan didetik awal memulai bisnis. Jangan sampai persepsi yang muncul dibenak pelanggan nantinya berbeda dengan persepsi yang sebenarnya hendak kita ciptakan. Karena ketika persepsi yang muncul salah atau berbeda, tentu akan membutuhkan waktu, energi dan biaya yang lebih untuk membenarkan. Meskipun dalam beberapa kasus tertentu perumusan brand repositioning dapat menjadi salah satu solusi. Tetapi penentuan positioning merek diawal akan mempermudah merek kita memisahkan diri dari merek pesaing dan men-drive merek kita untuk berjalan sesuai brand road map yang telah ditentukan. Inilah mengapa pakar-pakar pemasaran selalu menganggap bahwa brand positioning merupakan satu hal yang krusial.

Merek Anda, laki-laki atau perempuan?

E-mail Cetak PDF

Branding

Masih ingatkah Anda dengan pesan “kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda?”. Ya, itulah copy iklan salah satu produk toiletris yang cukup ngetop di era pertengahan tahun 90-an. Dan saya masih ingat betul ketika itu saya duduk di bangku kelas 1 SMU, bersama salah seorang teman bergegas berburu produk tersebut di salah satu mall terbesar di Solo, pada waktu itu.

branding

Malam itu sekitar pukul 19.00 wib ketika saya sedang perjalanan pulang dari kantor yang jaraknya sekitar 10 km dari rumah, saya mendapati telepon genggam saya berdering beberapa kali tapi karena saya sedang mengendarai sepeda motor maka bunyi telepon saya acuhkan. Selang beberapa detik kemudian bunyi nada sms menyusul, saya berhenti sejenak untuk membuka sms. Dilayar hp muncul nama si pengirim, ternyata keponakan saya, isi pesannya ‘om tlng aq beliin Maicih lvl 3 dan 5 ya, skrg ada ddpn Srwdri, jgn lp ya om’. Saya balas dengan singkat ‘ok’ lalu saya meluncur ke Sriwedari untuk membeli 2 bungkus Maicih.

Konsultasi Branding

Dapatkah Anda bayangkan jika jembatan Suramadu yang menghubungkan pula Jawa-Madura itu dibangun tanpa pondasi? Atau mungkin kemegahan menara kembar Petronas yang menjadi simbol kemajuan bangsa Malaysia itu berdiri tanpa pondasi? Atau mungkin contoh yang paling dekat, rumah kita sendiri, akankah dapat berdiri megah tanpa adanya pondasi dibawahnya? Tanpa adanya pondasi yang kuat sudah pasti akan mudah roboh ketika dilanda gempa. Sama halnya dengan sebuah brand. Untuk memiliki brand yang kuat, harus memiliki brand platform yang jelas sebagai pondasi merek. Apple tidak akan seperti saat ini tanpa adanya platform yang kuat, begitu pula dengan Microsoft, Dell Computer, Coca-Cola, Levi’s bahkan merek-merek lokal seperti Blue Bird, WIKA (Wijaya Karya), Bank Mandiri pun pasti memiliki brand platform yang jelas didalamnya. Selama ini kita cenderung melihat branding adalah sesuatu yang berbentuk visual atau kasat mata, mulai dari bentuk logo, warna identitas, desain kemasan sampai dengan atribut-atribut visual lainnya. Inilah yang saya sebut branding bagaikan fenomena sebuah gunung, yang terlihat dari kejauhan hanya puncaknya sedangkan kerangka brand yang ada di dalam tidak terlihat.

Halaman 1 dari 2

Form Konsultasi Branding

...

Artikel Branding Lainnya