Menilik namanya, kuliner jenang ini jelas memiliki makna serta gambaran akan harapan seseorang terhadap lahirnya keturunan dari sebuah keluarga.
Ya, jenang procotan merupakan kuliner khusus yang dibuat pada waktu tertentu atau masa kehamilan lebih dari 9 bulan sesaat sebelum masa persalinan berlangsung.



Sajian kuliner tempo dulu yang kini nyaris punah bakal dihadirkan di Kota Solo, ya jenang pelok akan menyapa warga Solo dan sekitarnya saat gelaran Festival Jenang Solo, Ahad (17/2) di Koridor Ngarsopuro.
Dunia kuliner Solo memang banyak, terutama yang berbahan alami dan memiliki kekhasan sebagaimana sermier, kerupuk tradisional yang bahan dasarnya dari ubi singkong.
Bicara nama, tak perlu kaget jika nama diatas merupakan nama sayur khas Solo berbahan bung atau rebung yang bisa dinikmati sekaligus menjadi menu makan terutama di awal musim hujan.
Bagi generasi sekarang, menu masakan terik mungkin terasa asing bila dibandingkan dengan nama-nama kuliner khas Solo lainnya macam nasi liwet ataupun timlo.
Kuliner sehat, soa pasti bukan sekadar tradisional ataupun pengolahannya higienis, tapi juga bahan yang disajikan haruslah dari bahan alami yang memberi manfaat bagi tubuh kita.
Bicara kuliner yang satu ini, maka pastinya selali bikin lidah bergoyang dan kepuasan akan rasa menjadi alasan. Ya, sambel welut atau belut (Indonesia-red) memang selalu istimewa.
Keragaman kuliner Solo memang memberi sensasi tersendiri bagi penikmatnya, terutama masakan khas Jawa yang diracik dengan aneka sayur serta aneka bumbu seperti sayur oblok-oblok.